Pada
hakekatnya manusia adalah makhluk sosial pasti akan membutuhkan orang
lain dalam menjalankan kehidupannya. Tidak ada satu manusia pun yang
mampu menjalankan hidupnya tanpa bantuan orang lain. Karena sesama
manusia akan saling membutuhkan untuk memenuhi kebutuhannya
masing-masing maka harus ada suatu wadah yang dapat memudahkan manusia
untuk mencapai tujuan mereka, wadah tersebut adalah suatu organisasi.
Organisasi adalah sekumpulan orang yang berkeja sama untuk mencapai
tujuan tertentu secara efektif dan efisien. Ciri-ciri organisasi itu
sendiri adalah :
1. Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
2. Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
3. Adanya tujuan
4. Adanya sasaran
5. Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
6. Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas
Terdapat 2 jenis organisasi yaitu :
1. Organisasi
nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang
bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal didalam menarik
perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersil, tanpa ada
perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter).
Organisasi nirlaba meliputi gereja, sekolah negeri, derma publik, rumah
sakit dan klinik publik, organisasi politis, bantuan masyarakat dalam
hal perundang-undangan, organisasi jasa sukarelawan, serikat buruh,
asosiasi profesional, institut riset, museum, dan beberapa para petugas
pemerintah
2. Organisasi laba
adalah suatu organisasi bersasaran untuk mencari keuntungan atau
laba, organisasi laba yang telah memiliki sumber pendanaan yang jelas,
yakni dari keuntungan usahanya. organisasi Laba meliputi PLN,
Pertamina,kantor pos indonesia dan Lain-lain.
Kedua
jenis organisasi ini sama-sama memiliki tujuan dan dibutuhkan kerja
sama yang baik diantara anggota organisasi tersebut untuk mencapai
tujuan organisasinya. Namun dibalik persamaan-persamaan tersebut banyak
hal yang membedakan antara organisasi nirlaba dengan organisasi lainnya
(laba). Dalam hal kepemilikan, tidak jelas siapa sesungguhnya ’pemilik’
organisasi nirlaba, apakah anggota, klien, atau donatur. Pada organisasi
laba, pemilik jelas memperoleh untung dari hasil usaha organisasinya.
Dalam hal pendanaan, organisasi nirlaba membutuhkannya sebagai sumber
pendanaan. Berbeda dengan organisasi laba yang telah memiliki sumber
pendanaan yang jelas, yakni dari keuntungan usahanya. Dalam hal
penyebaran tanggung jawab, pada organisasi laba telah jelas siapa yang
menjadi Dewan Komisaris, yang kemudian memilih seorang Direktur
Pelaksana. Sedangkan pada organisasi nirlaba, hal ini tidak mudah
dilakukan. Anggota Dewan Komisaris bukanlah ’pemilik’ organisasi.
2. Teori
Dalam tulisan ini saya akan lebih memfokuskan kepada organisasi laba.
Organisasi yang akan saya bahas adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TELKOM) . Perusahaan Telkom merupakan perusahaan InfoComm yang memiliki layanan paling lengkap dan jaringan terbesar di Indonesia.
PT Telekomunikasi Indonesia
Tbk ( persero ) atau yang biasa disebut Telkom Indonesia adalah
perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan
telekomunikasi secara lengkap di Indonesia.Telkom mengklaim sebagai
perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, dengan jumlah
pelanggan telepon tetap sebanyak 15 juta dan pelanggan telepon seluler
sebanyak 104 juta.
Telkom merupakan salah satu BUMN yang
sahamnya saat ini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (51,19%), Publik
(40,21%) dan sisanya 8,60% dimiliki oleh The Bank of New York dan
Investor dalam Negeri.Telkom juga menjadi pemegang saham mayoritas di 13
anak perusahaan, termasukPT Telekomunikasi Selullar.
a. Sejarah TELKOM
Operator Telekomunikasi, Informasi, Media, Edutainment, dan Services (TIMES)
Kemajuan teknologi berbasis pita lebar (broadband)
semakin mempersempit jarak antara penggunanya. Teknologi broadband
memberikan pilihan luas bagi end user untuk membangun komunikasi dengan
mitranya di daerah atau negara lain dengan sangat efektif dan
biaya yang sangat efisien dibandingkan dengan menghubunginya via
layanan telekomunikasi biasa.
PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (Telkom) memanfaatkan peluang ini
dengan memperkuat infrastruktur berbasis broadband untuk mendukung
inovasi layanan dan produknya menuju Information, Media, Edutainment
dan Services (“IMES”).
Tak hanya membuka sumber-sumber pendapatan baru bagi Perusahaan, fokus
Telkom pada penyelenggaraan IMES juga merupakan sumbangsih
Telkom pada kemajuan ekonomi dan kecerdasan bangsa.
Berikut ini adalah definisi mengenai layanan TIMES secara satu per satu:
TELECOMMUNICATION
Telekomunikasi merupakan bagian bisnis legacy Telkom. Sebagai ikon bisnis perusahaan, Telkom melayani sambungan telepon kabel tidak bergerak Plain Ordinary Telephone Service (”POTS”), telepon nirkabel tidak bergerak, layanan komunikasi data, broadband, satelit, penyewaan jaringan dan interkoneksi, serta telepon seluler yang dilayani oleh Anak Perusahaan Telkomsel. Layanan telekomunikasi Telkom telah menjangkau beragam segmen pasar mulai dari pelanggan individu sampai dengan Usaha Kecil dan Menengah (“UKM”) serta korporasi.
INFORMATION
Layanan informasi merupakan model bisnis yang dikembangkan Telkom dalam ranah New Economy Business (“NEB”). Layanan ini memiliki karakteristik sebagai layanan terintegrasi bagi kemudahan proses kerja dan transaksi yang mencakup Value Added Services (“VAS”) dan Managed Application/IT Outsourcing (“ITO”), e-Payment dan IT enabler Services (“ITeS”).
MEDIA
Media merupakan salah satu model bisnis Telkom yang dikembangkan sebagai bagian dari NEB. Layanan media ini menawarkan Free To Air (“FTA”) dan Pay TV untuk gaya hidup digital yang modern.
EDUTAINMENT
Edutainment menjadi salah satu layanan andalan dalam model bisnis NEB Telkom dengan menargetkan segmen pasar anak muda. Telkom menawarkan beragam layanan di antaranya Ring Back Tone (“RBT”), SMS Content, portal dan lain-lain.
SERVICES
Memberikan layanan terbaik kepada stakeholder. Komitmen kami untuk mendukung mobilitas dan konektivitas tanpa batas diyakini akan meningkatkan kepercayaan pelanggan ritel maupun korporasi terhadap kualitas, kecepatan, dan kehandalan layanan serta produk yang kami tawarkan. Hal itu terbukti dengan kontinuitas peningkatan di sisi jumlah pelanggan kami, yakni mencapai 129,8 juta pelanggan per 31 Desember 2011, atau meningkat sebesar 7,8%. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8,6 juta pelanggan merupakan pelanggan telepon kabel tidak bergerak, 14,2 juta pelanggan telepon nirkabel tidak bergerak, dan 107,0 juta pelanggan telepon seluler. Pertambahan jumlah pelanggan seluler Kami sebesar 13,8% atau 13,0 juta pelanggan menjadi 107,0 juta pelanggan di akhir tahun 2011.
Berikut ini adalah definisi mengenai layanan TIMES secara satu per satu:
TELECOMMUNICATION
Telekomunikasi merupakan bagian bisnis legacy Telkom. Sebagai ikon bisnis perusahaan, Telkom melayani sambungan telepon kabel tidak bergerak Plain Ordinary Telephone Service (”POTS”), telepon nirkabel tidak bergerak, layanan komunikasi data, broadband, satelit, penyewaan jaringan dan interkoneksi, serta telepon seluler yang dilayani oleh Anak Perusahaan Telkomsel. Layanan telekomunikasi Telkom telah menjangkau beragam segmen pasar mulai dari pelanggan individu sampai dengan Usaha Kecil dan Menengah (“UKM”) serta korporasi.
INFORMATION
Layanan informasi merupakan model bisnis yang dikembangkan Telkom dalam ranah New Economy Business (“NEB”). Layanan ini memiliki karakteristik sebagai layanan terintegrasi bagi kemudahan proses kerja dan transaksi yang mencakup Value Added Services (“VAS”) dan Managed Application/IT Outsourcing (“ITO”), e-Payment dan IT enabler Services (“ITeS”).
MEDIA
Media merupakan salah satu model bisnis Telkom yang dikembangkan sebagai bagian dari NEB. Layanan media ini menawarkan Free To Air (“FTA”) dan Pay TV untuk gaya hidup digital yang modern.
EDUTAINMENT
Edutainment menjadi salah satu layanan andalan dalam model bisnis NEB Telkom dengan menargetkan segmen pasar anak muda. Telkom menawarkan beragam layanan di antaranya Ring Back Tone (“RBT”), SMS Content, portal dan lain-lain.
SERVICES
Memberikan layanan terbaik kepada stakeholder. Komitmen kami untuk mendukung mobilitas dan konektivitas tanpa batas diyakini akan meningkatkan kepercayaan pelanggan ritel maupun korporasi terhadap kualitas, kecepatan, dan kehandalan layanan serta produk yang kami tawarkan. Hal itu terbukti dengan kontinuitas peningkatan di sisi jumlah pelanggan kami, yakni mencapai 129,8 juta pelanggan per 31 Desember 2011, atau meningkat sebesar 7,8%. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8,6 juta pelanggan merupakan pelanggan telepon kabel tidak bergerak, 14,2 juta pelanggan telepon nirkabel tidak bergerak, dan 107,0 juta pelanggan telepon seluler. Pertambahan jumlah pelanggan seluler Kami sebesar 13,8% atau 13,0 juta pelanggan menjadi 107,0 juta pelanggan di akhir tahun 2011.
b. Visi & Misi
- Visi
Menjadi perusahaan InfoComm terkemuka di regional.
- Misi
- Menyediakan layanan InfoComm terpadu dan lengkap dengan kualitas terbaik dan harga kompetitif.
- Menjadi model pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia.
Menciptakan posisi unggul dengan memperkokoh bisnis legacy & meningkatkan bisnis new wave untuk memperoleh 60% dari pendapatan industri pada tahun 2015.
Inisiatif Strategis:
- Mengoptimalkan layanan jaringan telepon tidak bergerak kabel / fixed wire line (“FWL”).
- Menyelaraskan layanan selularakses jaringan tidak bergerak nirkabel / fixed wireless access (“FWA”) dan mempersiapkan FWA sebagai unit usaha tersendiri.
- Investasi dalam jaringan pita lebar (broadband).
- Solusi enterprise terintegrasi.
- Mengintegrasikan Next Generation Network (“NGN”).
- Mengembangkan layanan teknologi informasi.
- Mengembangkan bisnis portal.
- Menyederhanakan portofolio anak perusahaan.
- Menyelaraskan struktur bisnis dan pengelolaan portofolio.
- Transformasi budaya Perusahaan.
Organisasi
Struktur organisasi TELKOM terdiri dari Corporate Office Group, yang
terdiri dari Direktorat Human Capital & General Affairs, Direktorat
Keuangan, Direktorat Information Technology & Supply, Direktorat
Compliance & Risk Management, Unit Strategic Investment &
Corporate Planning, Internal Audit Department, Corporate Affairs dan
Corporate Communications Department. Sementara itu, Business Operations
Group terdiri dari Direktorat Konsumer, Direktorat Enterprises &
Wholesale dan Direktorat Network & Solution.
Direktorat Keuangan memfokuskan pada pengelolaan keuangan
Perusahaan, mengelola operasi keuangan secara terpusat. Tugas ini
dibebankan kepada Unit Finance Center. Direktorat Human Capital &
General Affairs memfokuskan pada manajemen sumber daya manusia
Perusahaan, mengelola fungsi dan operasional sumber daya manusia secara
terpusat melalui Unit Human Resources Center.
Direktorat IT, di bawah Chief Information Officer (CIO), terfokus
pada manajemen TI perusahaan serta supply management dan Information
Service Center dan Supply Center. Kemudian Direktorat Compliance &
Risk Management terfokus pada kepatuhan, manajemen hukum dan risiko
manajemen Perusahaan.
Sementara itu, Direktorat Network & Solution terfokus pada
pengembangan infrastruktur dan manajemen jasa selain itu mengarahkan
operasional Divisi Infrastruktur Telekomunikasi, Divisi Multimedia,
Divisi TELKOM Flexi, Research and Development Center dan Maintenance
Service Center. Direktorat Konsumer terfokus pada pengelolaan pelayanan
bagi segmen pasar ritel serta pengelolaan tujuh divisi regional.
Sementara itu, Direktorat Enterprise & Wholesale terfokus pada
pengelolaan jalur pelayanan bagi segmen pasar enterprise & wholesale
serta pengelolaan Divisi Enterprise Service dan Divisi Carrier &
Interconnection Service.
Agar tercapai sinergi antara TELKOM dengan anak-anak perusahaannya,
pada bulan April 2009, beberapa posisi strategis dibentuk. Posisi
tersebut adalah Senior Vice President (SVP) yang langsung melapor dan
bertanggung jawab kepada Direktur Utama TELKOM. Direktur Utama anak
perusahaan tertentu secara bersamaan ditunjuk sebagai SVP yang terkait
dengan sektor industri: seluler, IT & adjacent, dan bisnis
internasional sebagai portofolio Perusahaan.
Untuk mempercepat dan memastikan proses pengambilan keputusan yang
efektif, Direksi didukung oleh Komite Eksekutif, yang terdiri dari:
Komite Etika, SDM & Organisasi; Komite Costing, Tariff, Pricing
& Marketing; Komite Corporate Social Responsibility; Komite
Regulasi; Komite Disclosure; Komite Pengelolaan Anak Perusahaan; Komite
Produk, Infrastruktur dan Investasi; Komite Treasury, Keuangan dan
Akuntansi; dan Komite Risiko.
Fondasi organisasi TELKOM dirancang dan dibangun untuk mencapai
perkembangan dan pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang dengan fokus
pada pemenuhan tingkat kepuasan pelanggan, pembangunan infrastruktur
cutting-edge, penyediaan layanan berkualitas dan pemanfaatan sumber daya
manusia yang kompeten.
3. Pembahasan
Telkom sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia terbukti
telah memiliki peranan penting dalam sektor pertumbuhan ekonomi di
Indonesia.Hal ini terbukti dari pertumbuhan dari sektor keuangan dan
juga sektor operasional daripada perusahaan pada tahun 2012 yang
signifikan,dengan adanya persaingan yang ketat antar operator. Meninjau
daripada laporan keuangan akhir tahun 2012 dari perusahaan,pendapatan
Telkom terus tumbuh hingga mencapai 6,8% atau sebesar Rp 36,7 triliun
lebih besar dari tahun 2011 ,dimana pada tahun tersebut Telkom telah
berhasil mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp. 71,3 triliun.Tetapi
pendapatan Telkom ini masih kalah dengan dengan pesaing utamanya di
wilayah Asia Tenggara yaitu Singapore Telecommunications,dimana pada
tahun yang sama SingTel telah berhasil mendapatkan kenaikan 3% atau
sebesar Sin$ 4,83 miliar ( Rp 37,8 triliun ).
sumber: http://www.telkom.co.id/